Tampilkan postingan dengan label website. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label website. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Maret 2010

Membangun CMS dengan PHP [Bag. 1]

Content Management System (CMS) merupakan sekumpulan script dan sebuah database yang dapat dijalankan pada banyak website yang sama sekali berbeda walaupun berjalan secara bersamaan. Atau dengan kata lain, menggunakan kode yang sama, tapi terpisah antara satu dengan yang lain. CMS sangat memudahkan seseorang untuk mengatur situsnya. Ada banyak CMS yang dikembangkan oleh para developer, baik yang berlisensi GPL ataupun yang bersifat komersial. Detail mengenai beberapa CMS yang berlisensi GPL, dapat dilihat www.opensourcecms.com.
Kali ini kita akan mencoba membangun sebuah CMS, dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL.

Artikel ini akan dibagi kedalam 5 bagian, dan di bagian pertama kita akan membahas dasar dari sebuah CMS secara umum, dan persiapan-persiapan apa saja yang akan dibutuhkan.

Permulaan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menulis. Coding? Oh, tentu saja bukan. Ingat, dalam projet apapun, perencanaan adalah sebuah hal yang mutlak dilakukan. Makanya sekarang kita tidak akan memulai dengan coding, tapi kita akan mulai dengan selembar kertas dan pensil untuk menggambarkan diagram yang kira2 akan menjadi dasar untuk coding kita nantinya.

Kira2 yang akan dibutuhkan adalah sbb:

* Database
* Halaman index
* Plugin
* Module
* Blok Content

Struktur

ehe… bagus bukan gambar diatas? Itu merupakan gambaran dari sistem yang akan kita buat. Hmm, kalau dijelaskan, maka kurang lebih akan seperti ini: Halaman index akan melakukan koneksi ke database, komudian akan memilih plugin yang digunakan, lalu plugin akan memilih modul yang digunakan pada tiap2 plugin, lalu modul akan memilih blok content yang akan digunakan (dengan beberapa syarat, antara lain: tingkat autentikasi). Terakhir, semuanya akan dikembalikan ke halaman index yang akan membentuk sebuah website.

Plugin memegang peranan penting pada sebuah CMS. Begitu juga dengan yang akan kita buat, jika sebuah plugin tidak digunakan, maka mudol yang mengisi plugin tersebut juga tidak akan digunakan. Dan pada akhirnya, blok content yang mengisi modul juga tidak akan di-load.

Authentikasi

Authentikasi sangat menentukan boleh tidaknya seorang user memasuki halaman tertentu. Logikanya, seorang user biasa tentu tidak akan dapat (dan tidak diperkenankan) memasuki admin area dari sebuah situs, bukan? Yang berhak, tentu saja sang administrator dari situs tersebut.
Lalu bagaimana cara menentukan apakah user tersebut administrator atau bukan?

Authentikasi yang kita buat, akan menggunakan sebuah plugin yang akan mencocokkan username dan password -dari user yang melakukan login- dengan yang ada di database. Dan jika cocok, maka plugin akan memilih no ID, dan Group ID dimana user tersebut terdaftar.
Data yang didapat dari plugin tsb kemudian akan disimpan kedalam sebuah multi-dimensional array (cari pengertian di net) yang siap digunakan dibagian mana saja dari website
Setelah semua proses login selesai, username akan di simpan kedalam sebuah cookie bersamaan password yang telah dienkripsi dengan menggunakan MD5
Dan bagaimana jika username dan password yang dimasukkan salah?
Plugin akan tetap membuat array yang berisi informasi user dan dianggap sebagai bad login. Pada akhirnya, user akan tetap dianggap sebagai pengunjung biasa, dan tidak ada cookies yang akan dihasilkan dari proses ini.

Kenapa menggunakan cookie?
Cookie akan diload pada setiap halaman, dan masih ingatkan isi dari cookie kita tadi?Artinya, user tidak perlu melakukan proses login dua kali (atau lebih), kecuali jika user tersebut logout yang berarti akan menghapus informasi username dan passwordnya dari dalam cookie.

Lalu multi-dimensional array yang disimpan akan digunakan untuk apa?
Informasi yang terdapat pada array tersebut akan digunakan untuk memilih blok content yang akan digunakan. Blok content akan dipilih berdasarkan plugin, modul, Id user dan Group dimana user tersebut terdaftar.
Contoh nih:
Seorang admin, tentu akan memiliki blok content yang lebih banyak dari pada user yang terdaftar sebagai member biasa. Dalam hal ini, pemilihan blok dilihat dari group dimana user tersebut terdaftar, admin dan member biasa. Sehingga blok content yang di-load juga akan berbeda.

Template

Template akan mengatur tampilan dari blok content yang telah di-load. Apakah polling akan diletakkan disebelah kiri atau disebelah kanan?atau shoutbox ditaruh dibagian mana?Nah kurang lebih seperti itu masalah yang akan dihadapi jika tidak menggunakan template system untuk CMS yang akan kita bangun.

Template dibuat dengan menggunakan XML yang tujuannya adalah untuk mempercepat waktu parsing. Langkah awal untuk pembuatan template adalah menentukan bagaimana kira2 tampilan website yang diinginkan.Menggunakan 2 kolom atau 3 kolom?

Blok yang akan digunakan kurang lebih dibuat seperti ini:
$blok[1] : semua blok yang terdapat pada kolom 1

$blok[2] : semua blok yang terdapat pada kolom 2

$blok[3] : semua blok yang terdapat pada kolom 3

dst.
Penggunaan array sangat menentukan di kolom berapa sebuah blok akan dimunculkan. Dan jika pada satu kolom terdapat lebih dari stu blok, maka kemungkinan array yang dibuat adalah sbb:

$blok[1][1] : blok pertama pada kolom pertama

$blok[2][3] : blok ketiga pada kolom kedua

$blok[3][1] : blok pertama pada kolom ketiga

Dan bentuk jadinya akan seperti ini,
layout

Admin area
Admin area pada dasarnya akan memudahkan administrator untuk melakukan semua hal yang berkaitan dengan website. Mulai dari tampilan (cth: memilih template), mengatur user, hingga menentukan blok2 apa saja yang akan digunakan.

Ok, segini dulu teori singkatnya.. Nanti kita lanjutkan lagi ke Bag. 2

Rabu, 13 Januari 2010

Membuat Website E-Commerce

Website E-Commerce adalah website yang dibuat dengan tujuan utama untuk tujuan komersil menjual barang atau jasa di Internet. Diharapkan transasksi bisnis bisa berlangsung melalui media website. Atau paling tidak transaksi bisnis terjadi setelah melihat website tersebut.. Sebagai contoh website yang termasuk dalam kategori e-commerce dalam menjual barang adalah bhinneka.com, sedangkan dalam penjualan jasa adalah agunghoster.com.

Ada 2 jenis penjualan di internet, yaitu website yang hanya menampilkan katalog online dan yang menggunakan shopping chart. Website dengan katalog online hanya menampilkan keterangan barang, harga, dan gambar saja, sedangkan untuk membeli Anda harus menghubungi pihak pemilik usaha untuk melakukan order. Sedangkan website dengan shopping chart selain menampilkan katalog juga dilengkappi dengan sistem keranjang belanja sehingga untuk melakukan order Anda hanya cukup melakukannya melalui website tersebut dan semua barang belanjaan Anda akan dihitung otomatis oleh sistem dan sebuah invoice akan dikirim ke e-mail Anda.

Bagaimana cara membuat website e-commerce? Sepertinya sulit? Tapi tidak juga, karena Joomla! sudah siap digunakan dengan tambahan extension Virtual Mart. Anda mungkin berpikir pasti rumit untuk melakukan setting dan pengaturan di Joomla!. Nah sekarang Virtual Mart sudah mengeluarkan sebuah installer Joomla! yang sudah dibundle dengan VM, Anda bisa mendownloadnya di sini. Setelah install Anda akan mendapatkan website e-commerce lengkap dengan sample data dengan contoh produk dan website tersebut sudah siap digunakan.

Bagaimana cara menginstallnya? Sama caranya dengan menginstall Joomla! pada umumnya. Jadi selamat mengutak-atik website e-commerce Anda yang baru yah!


Klik salah satu icon di bawah ini untuk mempublikasikan artkel ini ke dalam Social Network yang kamu miliki.Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

Membuat Website Dengan Joomla Untuk Diakses Di Lingkungan LAN

Biasanya Anda membuat website untuk diakses secara pribadi di localhost, setelah jadi Anda mengupload website tersebut ke server tempat Anda hosting supaya bisa diakses orang lain yang terhubung dengan jaringan internet. Namun bisakah jika Anda membuat website yang hanya bisa diakses oleh orang yang terhubung dengan LAN di satu tempat? Misalnya Anda membuat website yang hanya bisa diakses oleh para karyawan di kantor Anda yang terhubung dengan LAN atau jaringan lokal perusahaan setempat, bagaimana caranya? Ada beberapa konfigurasi yang harus dilakukan. Tutorial ini akan membahas bagaimana agar website Anda dapat diakses melalui jaringan LAN.

Pertama, pastikan Anda mengetahui alamat IP dari komputer di mana web server Anda install. Untuk mengetahui alamat IP dari suatu komputer, silahkan membuka command promt dengan cara mengakses menu START WINDOWS --> run kemudian ketikkan “cmd” tanpa tanda petik. Setelah itu akan uncul jendela hitam cmd.exe. Kemudian ketikkan “ipconfig” tanpa tanda petik.

Alamat IP komputer Anda adalah yang ditunjukkan oleh Ipv4, dalam gambar di atas IP adalah 114.121.95.133. Biasanya kebanyakan LAN di set dengan range tertentu,misalnya 192.168.0.1 s.d 192.168.0.255, silahkan menghubungi administrator untuk mengetahui detil konfigurasi IP LAN di tempat Anda.

Yang kedua. Setelah Anda mengetahui IP komputer di mana webserver Anda install, jalankan webservernya. Anda dapat mengakses website joomla dari komputer lain di kantor Anda (tentu saja yang terhubung dengan jaringan LAN) dengan mengetikkan alamat di browser dengan alamat IP komputer di mana webserver dijalankan. Misalnya Anda menjalankan webserver di komputer dengan IP 192.168.0.21, maka Anda dapat mengakses dengan menuliskan URL di browser dengan alamat http://192.168.0.21:2009/websitenya . 192.168.0.21 adalah alamat IP dan 2009 adalah port untuk komunikasi website dan “websitenya” adalah folder di mana website joomla Anda install. Jika Anda belum berhasil mengakses website tersebut mungkin Anda perlu melakukan langkah ketiga.

Yang ketiga, lakukan konfigurasi pada webserver Anda. Tutorial ini ditujukan bagi Anda yang menggunakan webserver dari saya, jadi saya sarankan Anda menggunakan webserver ini, download di sini. Buka file pms_config.ini pada folder Local Server , kemudian edit pada baris 33 pada bagian [http]. Edit HostName dengan alamat IP komputer tempat webserver dijalankan. Perhatikan nomor port. Anda juga dapat mengganti port dengan angka lain.


Yang keempat, untuk joomla versi 1.0.x ada konfigurasi yang perlu di ubah di file configuration.php, pada bagian ini ganti sesuaikan dengan IP komputer tempat webserver dijalankan.
$mosConfig_live_site = 'http://192.168.0.21:2009/';
Selamat mencoba.

Menganti logo joomla

Hal pertama kali saat kita berhasil membuat website dengan joomla adalah kita ingin mengganti logo joomla atau mungkin Anda mendapat template baru namun logonya masih standar bawaan template tersebut. Nah bagi rekan yang baru mengenal joomla tentu akan sedikit di buat pusing kalau ingin mengganti logo tersebut. Berikut ada triks cara mengganti logo joomla dengan cepat dan mudah dengan Me-replace logo lama dengan baru

Cara ini cukup sederhana yaitu dengan mengetahui letak file logo tersebut di simpan dan kemudian mengganti logo/image tersebut dengan nama file yang sama buatan kita dan mereplace atau menggantinya, ingin tahu caranya ?

Untuk mengetahui letak file tersebut di simpan, klik kanan pada logo tersebut kemudian pilih view bacround image atau pada kasus lain Anda bisa lihat propertynya. Saya contohkan adalah Joomla 1.5.8 pada template rhuk_milkyway di localhost (Server local),

setelah di klik Anda akan melihat hanya logo joomla saja, lihat alamat tempat file logo tersebut di simpan adalah:

http://localhost/joomla_158/templates/rhuk_milkyway/images/mw_joomla_logo.png

Dan untuk melihat file logo lebih detail seperti ukuran foto dan jenis file yang di pakai sekarang bisa melakukan klik kanan pada logo kemudian klik properties lihat hasilnya:

Nah setelah kita mengetahui letak file tersebut kita akan menelusuri dan mengganti logo tersebut dengan dengan alamat http://localhost/joomla_158/templates/rhuk_milkyway/images/mw_joomla_logo.png

Yang artinya nama file logo tersebut adalah mw_joomla_logo.png yang di simpan pada folder images pada template rhuk_milkyway yang di simpan pada folder template sedangkan nama joomla_158 nama web yang kita buat bisa berbeda antara saya dengan Anda. Lihat gambar berikut :

Nah setelah kita kita mengetahui file tersebut buat logo baru dan save as pada folder tersebut diatas replace file tersebut dan kini logo telah berubah dengan logo baru anda. Ingat logo baru Anda format dan ukurannya harus sama jika formal image tersebut png ya harus png, kalau gif ya harus gif, kalau jpg ya harus jpg..OK. Jika Anda menggunakan server luar Anda upload file logo baru Anda kemudian overwrite file lama.

Anda bisa membuat logo baru dengan software pengolah image seperti photoshop, firewoks dan lain sebagainya.

Kelemahan dengan cara ini adalah :

Anda tidak bisa mengganti nama file logo sesuai keinginana kita kemudian jenis file harus sama dengan aslinya ukuran harus sama. Tapi jangan khawatir sampe di sini saja Anda sudah mengerti bagaimana jika ingin mengganti logo joomla dengan cepat minimal letak file logo tersebut di simpan.

Jika ingin mengganti logo joomla lebih detail lagi, mudah-mudahan di tulisan yang akan datang kita posting lagi sampe dengan membongkar file css. OK selamat mencoba

Tips saat membuat website Joomla pertama kali

JIka kita sudah bisa membuat website dengan joomla, nah hal yang terpenting adalah membuat website kita lebih kelihatan profesional, terlalu keren gak ya ..kata-kata itu, initnya biar kelihatan mantaf dan handal. Nah agar website joomla tersebut keihatan baik dan lebih profesional, mungkin tips tentang membuat website joomla ini sedikit membantu Anda dalam mengelola web joomla:

1. Buat baru pavicon.ico untuk mengganti pavicon standar joomla. Saat website kita selesai di buat Pavicon atau icon pada browser pasti memakai standar joomla yang berwarna hitam. Jika website kita resmi tentu gak lucu jika icon nya berbeda dengan isi web kita. untuk mengganti pavicon silahakan kunjungi alamat berikut tinggal anda sediakan icon web anda dengan ukuran 16×16 Pixel formatnya bisa jpg, gif, png atau lainnya yang mendukung pembutan icon. Anda bisa membuat pavicon di sini atau disini. tinggal replace file sebelumnya dengan file pavicon baru Anda.

2. Selalu membackup file database joomla, membackuap database joomla bisa menggunakan PHPmyadmin atau Anda memasang component backup database.

3. Jika Anda hendak mengisi content Joomla jangan mengcopy paste langsung dari file Word, apalagi word 2007 karena hal ini akan membuat isi content Anda tidak sesuai dengan setingan. Misal jenis font bisa berubah begitu juga ukurannya. Sebaiknya Anda mengopy dari Notepad.

4. Jangan lupa menempatkan tombol pencarian di website joomla Anda. Saat kita merubah posisi2 modul terkadang kita lupa menempatkan modul pencarian. Tempatkan modul ini agar mudah terlihat oleh pengunjung, hal ini penting jika web Anda telah banyak isinya.

5. Manfaatkan tombol Readmore. Biasanya kita sengaja atau tidak kita tidak menempatkan tombol readmore dan hanya cukup menempatkan Link pada judul saja. Ini penting jika pengunjung web Anda baru.

6. Jangan mengaktifkan publikasi PDF hal ini akan membuat duplikat content yang tidak di sukai oleh search engine dan akan menghambat SEO.

7. Periksa posisi file dan directory joomla terutama masalah hak akses. Dalam struktur file joomla ada beberapa directory yang memang harus 777 dan ada juga yang tidak. Directory penting yang harus di kembalikan saat kita tidak mengedit yaitu file configurasi.php ubah setelah Anda mengedit ke posisi 644.

8. Dalam hal meta data alangkah baiknya tidak terlalu panjang cukup 5 deskripsi dan lima meta keyword yang benar-benar erat isinya dengan Website joomla Anda.

9. Aktifkan cache hal ini akan berpengaruh pada kecepatan loding pada halaman yang pernah di akses. Cache berfungsi menyimpan salinan dari halaman web sehingga pengguna tidak perlu memuat seluruh halaman Anda setiap kali mereka kunjungi.

10. Menonaktifkan statistik bawaan joomla karena hal ini akan membuat webkita akan cepat penuh filenya. Sebagai gantinya bisa menggunkan pihak ketiga seperti Google Analystics.

11. Unistall Component dan module yang tidak di gunakan. Terkadang component pihak ketiga menjadi celah untuk masuk ke website kita.

OK mungkin itu dulu tips saat membuat website joomla pertama kali, seperti biasa bagi yang sudah mempraktekan maupun dapat pengalaman yang baru bisa di tambahkan disini. Mudah-mudahan tips membuat website joomla ini sedikit menambah wawasan bagi Anda. Selamat berkreasi dengan Joomla